Ilustrasi
Dinas Cipta Karya Cirebon Kelabakan Soal Sampah
CIREBON, FOKUSJabar.com: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon, ternyata tak tanggung-tanggung dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Kabupaten Cirebon. Hal ini dilihat dari adanya penyedian box container untuk 9 desa yang dihasilkan dari hasil musrenbang, Minggu (15/11).
Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Seksi Kebersihan Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon, Dedi Sudarman. Yang mengatakan bahwa dinasnya menyediakan box container dan juga TPS untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah di sekitar sungai,
” Iya sudah kami berikan sejumlah desa yang banyak mempersoalkan tumpukan sampah,” ujarnya.
Namun kehadiran box container itu diakui olehnya tak juga disertai dengan biaya angkut untuk sampah, sehingga penangakutan sampah tersebut pun masih menjadi kendala. Hal tersebut diungkapkan Dedi, dikarena memang belum ada kesepakatan antara masyarakat disana dengan dinasnya.
“Box kita memang sediakan, tapi itu tak termasuk dengan untuk pengangkutannya ke TPA karena memang belum ada kesepakatan untuk pembiayaan dengan masyarakat disana,” ucapnya.
Tak hanya itu, dirinya mengatakan berbicara pembiayaan karena memang PAD yang dibebankan kepada DCKTR terkait masalah sampah itu pertahun yakni sebesar Rp 2,1 Milyar.
“Dari jumlah tersebut, kita sampai sekarang baru mencapai 73% saja. Kalau dari box container dan penambahan TPS lainnya ada kesepakatan biaya saja, kita akan bisa segera memenuhi pencapaian target,” ucapnya
Diluar itu, diakui olehnya yang mendapat kesulitan menarik anggaran pengangkutan sampah dari masyarakat akan disiasatinya dengan bekerjasama dengan pemerintah desa melalui dana anggaran desa.
“Kalau menunggu dari masyarakat kan susah, kita akan coba koordinasikan melalui UPT kita di tiap kecamatan dengan pemerintahan desa untuk masuk dalam ADD,” tambahnya
Pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon, Yuningsih berbicara masalah sampah yang menumpuk di sungai sudah seharusnya segera diselesaikan dinas terkait bukan malah ramai-ramai berkomentar di media karena memang permintaan itu sudah dilayangkan saat musim kemarau kemarin.
“Kita sudah minta penyelesaian masalah sampah, terlebih yang bisa menyebabkan banjir segera diberesi di musim kemarau kemarin,” ucapnya
Jika hingga kini dinas terkait masih membicarakan sedangkan kinerja tak jalan, tentu kita akan pertanyakan kinerja mereka sendiri. Apalagi penyebab dari hal itu adalah kerugian kepada masyarakat yakni musibah banjir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar