Kondisi Gunung Ciremai pasca peristiwa kebakaran (Foto: Panji)
Tahun 2015, Kebakaran Terparah di Gunung Ciremai
CIREBON, FOKUSJabar.com: Tahun 2015 mungkin bisa menjadi tahun terparah peristiwa kebakaran di Gunung Ciremai, bahkan menembus puncak Gunung Ciremai dengan jilatan api yang cukup mengerikan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, api yang membakar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencapai 183, 5 hektar. Terdiri dari lahan perhutani dan hutan masyarakat, Ciremai kini berkurang keindahannya.
“Ada sekitar 150-an personel dari berbagai NGO (Non Government Organization) yang terlibat memadamkan api, waktu itu. Bahkan, saat api sulit dilerai dan begitu dahsyat, bahkan Kita panik karena kewalahan dengan kobarannya, personel bertahan diatas sana hingga 12 hari untuk memadamkan api,” sebut Ketua Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin, Minggu (22/11/2015)
Dikatakan, kebakaran terjadi selama musim kemarau tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2015 sekitar pukul 18.00 wib. Saat itu, ungkapnya, api berasal dari kawasan Sadarehe Majalengka, api juga tidak bisa dikendalikan dan terus tertiup angin kencang, sehinga semakin merembet meluas hingga pada pertengahan Oktober 2015.
Saat awal kejadian, ternyata ada sekitar lebih dari enam ribu pendaki dari berbagai daerah dan mancanegara tengah berada di kawasan Ciremai. Sebagian ada yang sudah sampai puncak, pertengahan. Sementara, api muncul, membesar dan tidak bisa dikendalikan. “Untungnya tidak ada satupun korban, mereka bisa diselamatkan. Walaupun ada personel dari Kita, yang hampir terjebak api. Tapi berkat keahlian mereka, mereka bisa lolos dari jebakan itu, dan bisa mengendalikan apinya,” jelasnya.
Dari kondisi ini, TNGC butuh rehabilitasi yang serius untuk memulihkan dan menghijaukan kembali Gunung Ciremai. Khususnya menyuburkan kembali keanekaragaman hayati yang ada di kawasan TNGC. “Pernah api sampi membakar puncak Ciremai, yaitu tahun 2002,” tandas Agus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar