Kondisi jalanan dalam pasar tegalgubug (Foto: Dea)
Pedagang Pasar Tegalgubug Pertanyakan Uang Retribusi Perbaikan Jalan
CIREBON, FOKUSJabar.com: Pasar Tegalgubug yang merupakan pasar sandang terbesar di Asia, menuai sejumlah permasalahan yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan.
Salah satunya adalah masalah akses jalan di dalam pasar yang dinilai sangat memprihatinkan. Bahkan saat hujan turun, pasar yang berada di Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon itu selalu digenangi air.
Tak ayal, sejumlah pedagang pasar sandang Tegalgubug pun mengeluhkan kurangnya perhatian pihak pengelola terhadap perbaikan jalan dan drainase. Padahal, mereka selalu menyetorkan dana retribusi kepada pihak pengelola untuk perbaikan tersebut.
Salah seorang pedagang kain pasar sandang Tegalgubug, H Sahroni mengatakan, dirinya bersama pedagang pasar lain menyesalkan perlakuan Kepala Pasar yang melakukan pungutan liar ke sejumlah pedagang, dengan dalih untuk memperbaiki jalan yang rusak.
“Pungutan itu sebesar Rp20 ribu per orang. Katanya sih untuk memperbaiki jalan, tapi kenyataannya tidak ada perbaikan, dan uangnya entah kemana larinya. “kata Sahroni, Jumat (27/11/2015).
Sahroni menambahkan,selama ini perbaikan jalan itu dilakukan oleh para pedagang sendiri dengan alat seadanya.
“Jalan ini kami perbaiki sendiri, pengelola pasar sama sekali tidak mau memperbaikinya. Saat musim hujan kami bekerjasama dengan pedagang lain untuk melakukan perbaikan sendiri, agar jalanan tidak becek,“ ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar