Sabtu, 14 November 2015

Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis Properti di Ciamis Lesu ?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Sedikitnya 10 areal perumahan baru berdiri di Kabupaten Ciamis. Artinya, perusahaan properti mulai melirik Ciamis dalam pengembangan usaha mereka, terutama di kawasan Jalan Lingkar antara Jalan Pahlawan Imbanagara Kecamatan Ciamis hingga Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing.
Kendati begitu, salah seorang pengusaha properti asal Ciamis Asep Agus Sriyadi mengatakan, maraknya pengembangan perumahan ini bukan berarti bisnis di bidang properti dalam posisi yang menguntungkan.
“Memang banyak yang bangun perumahaan, tapi bukan berarti usaha properti sedang bagus. Justru sebaliknya, usaha properti sedang lesu, keuntungannya pun menipis, ” kata Asep, Jumat (13/11/2015).
Pengembang yang sukses mengelola bisnis properti sejak 2009 itu menilai, tantangan pengusaha saat ini sangat berat. Antara lain adanya perilaku masyarakat pemilik tanah yang ‘aji mumpung’, menetapkan harga jual tanah dengan harga lebih tinggi.
“Saat pembebasan tanah, harga tanah itu tiba-tiba saja naik ketika masyarakat tau tanah itu untuk perumahan, sedangkan untuk perumahan umum subsidi asumsi harga tanah Rp2 juta, ” kata Asep.
Selain pembebasan tanah, tantangan lain yang membuat bisnis properti di Ciamis melesu adalah faktor harga bahan baku material. “Bahan baku material sejak dollar naik, kan ikut naik, sementara perhitungannya kan sebelum dollar naik, ” ungkapnya.
Harga perumahan umum program subsidi, kata Asep, pagunya senilai Rp110 juta, dengan terhutang ke bank sebesar Rp108,5 juta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar