Rabu, 07 Oktober 2015

Pembangunan Mega proyek Copong Garut  (foto: bambang F)
Pembangunan Mega proyek Copong Garut (foto: bambang F)

Proyek Copong Ganggu Saluran Air Tersier di Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Sekretaris Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Leuwigoong Kabupaten Garut Jawa Barat Solihin Afsor menyebut, proyek pembangunan daerah irigasi Leuwigoong, banyak menimbulkan kerusakan dan terpotongnya saluran air tersier di sejumlah tempat di Kecamatan Sukawening, Leuwigoong, Wanaraja dan Banyuresmi.
Sekretaris GP3A DI Leuwigoong, Solihin Afsor
Sekretaris GP3A DI Leuwigoong, Solihin Afsor
Menurut dia, ada sekitar 60 saluran air tersier yang terpotong akibat pekerjaan daerah irigasi Mega Proyek Copong tersebut.
“ Akibat terpotongnya saluran air tersier tersebut tentu saja akan mengpengaruhi atau berdampak terhadap produktivitas hasil pertanian. Baik itu padi maupun tanaman palawija,” kata Solihin, Selasa (6/10/2015).
Penurunan produktivitas hasil pertanian tersebut lanjutnya, lebih disebabkan karena lahan pertanian di empat kecamatan itu tidak teraliri air. Terlebih pada musim kemarau seperti saat ini, para petani banyak yang mengalami gagal panen.
“ Kami meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mengantisipasinya. Jika tidak, hasil panen para petani akan merosot dan merugi,” pungkas Solihin Afsor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar