Rabu, 14 Oktober 2015

ilustrasi (web)
ilustrasi (web)

Waduh! Lantaran Patah Hati dan Tuntutan Ekonomi, Dua Perempuan Ini Jadi PSK

GARUT, FOKUSJabar.com: Tidak hanya di kota-kota, di Kabupaten Garut pun bisnis esek-esek sudah mulai berkembang dan merajalela. Mereka tak peduli perbuatan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama dan hukum Negara. Bahkan sama sekali tak ambil pusing atas resikonya.
Hasil penelusuran FOKUSJabar, para Pekerja Seks Komersial (PSK) kerap mangkal di sepanjang Jalan Pramuka dan Guntur. Saban malam, dengan pakaian seksi, mereka berdiri di pinggir jalan ditemani kepulan asap rokok menunggu datangnya para lelaki hidung belang.
Transaksi mereka juga biasanya kerap dilakukan melalui Media Sosial (Medsos) seperti Facebook serta BlackBerry Messenger (BBM) atau melalui perantara tukang becak dan tukang ojek.
Salah seorang PSK bernama Bunga (bukan nama sebenarnya) kepada FOKUSJabar mengaku, ia terjun ke dunia hitam ini lantaran patah hati oleh sang kekasih yang telah merenggut kesuciannya tanpa mau bertanggung-jawab atas semua perbuatannya.
“ Aku tahu kang, kalau menjadi seorang PSK itu bertentangan dengan agama dan hukum Negara. Tapi hendak berkata apa, sulitnya mendapatkan pekerjaan akhirnya menuntun aku ke dunia malam,” kata Bunga saat ditemui di salah satu tempat karaoke di Garut.
Berbeda dengan Kembang yang juga bukan nama sebenarnya, dia terjun menjadi seorang PSK lantaran tuntutan ekonomi. Menurutnya, jalan ini satu-satunya yang mudah untuk mendapatkan uang.
“ Satu kali kencan, aku pasang tarif antara Rp500 ribu hingga satu juta rupiah,” singkat Kembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar