Eno si tukang jualan Cuanki (Foto: Bambang F)
Dolar Naik Tukang Cuanki Untung
GARUT, FOKUSJabar.com: Kondisi perekonomian saat ini sedikit memburuk pasca melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Karenanya, pola hidup masyarakat dituntut agar lebih hemat dan efesien.
Berdasarkan pantauan FOKUSJabar, kenaikan dolar berimbas juga pada minat daya beli masyarakat. Semisal pedagang bakso di pasar tradisional Cibatu, Kabupaten Garut, omzetnya alami penurunan akibat mahalnya harga daging sapi.
Naiknya dolar tidak berpengaruh kepada pedagang Cuanki asal Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Eno. Dirinya malah kebanjiran pembeli. Hal tersebut mungkin lantaran mahalnya bakso sehingga beralih ke cuanki.
” Alhamdulillah, saya tak kena imbas dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar,” kata Eno yang sehari-hari berjualan keliling di Pasar dan Kecamatan Cibatu, Senin (19/10/2015).
Menurut dia, pasca naiknya daging sapi menyebabkan kenaikan omzet hingga 25 persen. Harga satu mangkuk mie bakso Rp10 ribu, sementara cuanki berkisar antara Rp3-5 ribu per mangkuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar