puluhan ribu santri Garut (Foto : Bambang)
Ini Dia, Kisah di Balik Hari Santri Nasional
GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, Aceng Abdul Wahid didampingi Sektretarisnya, Deni Ranggajaya mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) terkait resolusi jihad NU pada 70 tahun lalu.
Resolusi jihad dikeluarkan NU pada 22 Oktober 1945, yang mana saat itu para santri dan ulama berjuang dengan pejuang kemerdekaan lainnya mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih 17 Agustus 1945. Kedatangan sekutu yang didompleng Belanda membuat perlawanan para pejuang kemerdekaan menggelora.
Hal itu terbukti ketika 10 November 1945 para pejuang kemerdekaan yang diantaranya para santri merebut kota Surabaya dari tangan penjajah.
“Para Santri dan ulama dari Garut juga pada saat itu banyak yang ikut bertempur di Surabaya. Konon, sekitar 60 ribu pejuang termasuk santri didalamnya gugur dalam peristiwa pertempuran tersebut,” kata Aceng Abdul Wahid.
“Para Santri dan ulama dari Garut juga pada saat itu banyak yang ikut bertempur di Surabaya. Konon, sekitar 60 ribu pejuang termasuk santri didalamnya gugur dalam peristiwa pertempuran tersebut,” kata Aceng Abdul Wahid.
Ditambahkannya, tiga minggu setelah kemerdekaan, pendiri NU, KH Hasyim Ashari berkomunikasi dengan Presiden Soekarno terkait resolusi jihad NU dalam menghadapi penjajah.
“ Saat itu, Presiden Soekarno menyepakatinya. 22 Oktober 1945, NU mengeluarkan resolusi jihad dalam rangka melawan penjajah,” pungkas Ketua PCNU Garut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar