Ilustrasi (web)
Komisi C Nilai Hasil Survei KHL Tidak Sesuai
CIREBON, FOKUSJabar.com: Komisi C DPRD Kota Cirebon menilai hasil pleno penetapan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tahun 2016 di Kota Cirebon tidak sesuai. Hal itu menyusul gejolak ekonomi yang tidak menentu dan terus naiknya harga kebutuhan pokok.
“Kalau KHL tahun depan hanya naik Rp100 ribu tidak sesuai dan tidak masuk akal,” tegas Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon Sumardi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/10/2015).
Dia mengatakan bahwa Dewan Pengupahan Kota (DPKO) Cirebon harus lebih cermat melakukan survei harga kebutuhan pokok yang menjadi komponen survei KHL. Terlebih dalam tiga bulan terakhir ini harga terus naik dan bahkan cenderung fluktuatif.
Untuk itu pihaknya meminta DPKO Cirebon mengevaluasi kembali hasil survei KHL yang akan menjadi acuan penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Cirebon. Sumardi pun berharap tidak ada tendensi apapun dalam perjuangan mensejahterakan rakyat.
Menurut dia, dengan kondisi ekonomi Kota Cirebon yang fluktuatif, idealnya UMK tahun 2016, yakni Rp2 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar