Rabu, 14 Oktober 2015

pedagang tahu tempe di pasar ciamis (Foto : Husen)
pedagang tahu tempe di pasar ciamis (Foto : Husen)

Harga Kedelai Naik Pedagang Tahu Tempe Bingung

CIAMIS,FOKUSJabar.com : Kenaikan harga Kacang Kedelai bahan baku tahu tempe yang terus menerus selama seminggu ini membuat sejumlah pedagang merasa bingung.
Kebingungan para pedagang terjadi karena harus menambah modal pembelian bahan baku, sedangkan harga yang dijatuhkan kepada pelanggan masih harga lama.
pedagang tahu tempe di pasar ciamis (Foto : Husen)
Pedagang tahu tempe di Pasar Manis, Ciamis (Foto : Husen)
“Sejak seminggu ini tiap harinya Saya membeli kacang kedelai mengalami kenaikan,” kata Wawan salah seorang pedagang tahu di Pasar Manis, Ciamis. Senin (12/10/2015)
Wawan menjelaskan, memang kenaikan harga kacang kedelai ini belum sangat terasa dampaknya karena kenaikan ini hanya sekitar Rp 50 sampai Rp 100 perkilogramnya.
“Awalnya seminggu yang lalu Saya beli kacang kedelai itu dengan harga Rp7500/kilogramnya namun hari ini sudah mencapai Rp8250″ungkapnya.
Wawan melanjutkan,kalau terus-terusan harga kacang kedelai mengalami kenaikan kemungkinan para pedagang kecil seperti dirinya akan terkena dampaknya.
“Kalau harga sudah mencapai angka Rp10,000/kilogramnya kemungkinan kami tidak bisa berjualan. Karena harga bahan baku dengan harga jual dipasaran tidak akan bisa menyesuaikan,”ucapnya.
Adanya kenaikan harga kacang kedelai yang setiap harinya berubah Wawan berharap, pihak pemerintah bisa mengatasinya jangan sampai harga tersebut terus melambung dan mengakibatkan para pedagang tidak bisa berjualan.
“Seharusnya pihak pemerintah bisa menghentikan kenaikan harga kacang kedelai saat ini,  jangan sampai para pedagang melakukan mogok berjualan karena tidak mampu membeli bahan baku daganganya,”Jelasnta.
Sementara itu Otong Herawan warga Dusun Pasirpeuteuy, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, salah seorang perajin tempe mengaku dengan terusnya harga kacang kedelai naik. Dirinya menyiasati kenaikan harga kacang kedelai tersebut dengan memperkecil tempe buatanya.
“Saya secara terpaksa memperkecil ukuran tempe dari biasanya karena kalau harga dinaikin para pembeli malah tidak ada,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar