Rabu, 04 November 2015

kuwu ceng

Warga Unjuk Rasa, Meminta Panitia Pilwu Lakukan Perhitungan Ulang

CIREBON, FOKUSJabar.com: Puluhan warga Desa Bandengan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon melakukan aksi unjuk rasa memprotes agar para panitia Pemilihan Kuwu (Pilwu) menggelar kembali perhitungan ulang.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh banyaknya kejanggalan dalam pelaksanaan Pilwu, seperti adanya sekitar 675 surat suara yang tidak sah atau blangko, tidak adanya sosialisasi pencoblosan dan 36 warga yang mempunyai KTP tidak mendapatkan surat undangan sehingga tidak bisa mencoblos.
“Kami minta pilwu diulang, panitia harus netral,” ujar salah seorang pengunjuk rasa, Senin (02/11/2015).
Dalam aksinya, para pengunjunk rasa juga membawa sejumlah atribut seperti spanduk yang berisikan tulisan dari kekecewaan para warga yang menuntut panitia segera lakukan perhitungan suara ulang.
Koordinator Aksi, Rohaeti (35) mengungkapkan bahwa pilwu yang digelar Minggu (25/10/2015) kemarin, terjadi banyak kejanggalan juga mengindikasikan adanya kecurangan dari para panitia.
“Kami geram kepada panitia yang melakukan kecurangan saat pilwu, buktinya yang kami tahu ada 675 surat suara yang blangko dan tidak sah, ditambah dengan adanya 36 warga yg jelas-jelas mempunyai KTP tidak mendapatkan kartu undangan, dan tidak bisa memilih,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar