UMK (ilustrasi : net)
YBLH Kabupaten Cirebon Tolak UMK Tahun 2016
CIREBON, FOKUSJabar.com : Yayasan Buruh dan Lingkungan Hidup (YBLH) Kabupaten Cirebon akui siap menolak adanya kenaikan Upah Minimum Kabupaten Cirebon di Tahun 2016.
Menurut Kepala Yayasan Buruh dan Lingkungan Hidup (YBLH) Kabupaten Cirebon Yoyon Suharyono, adanya kenaikan rencana upah bagi para buruh tidak membuat kondisi makin membaik dalam perekonomiannya.
” UMK itu tidak menjamin akan membawa kehidupan mereka lebih baik, gaji buruh yang sekarang Rp. 1.200.000 dan akan mengalami kenaikan hingga Rp. 1.500.000 apakah menjamin mereka bisa hidup, ” ujarnya
Ia juga mengatakan bahwa dari sektor otomotif sebanyak 60% dari bulan Januari hingga Oktober banyak pegawai yang di PHK akibat perusahan tidak dapat membayar upah mereka,
” UMK naik keterancaman buruh untuk bekerja pun akan banyak, karena semakin tingginya UMK maka semakin banyaknya buruh-buruh yang akan diPHK terbukti dari adanya wacana kenaikan UMK saja banyak perusahaan yang goyah dan lebih memilih memPHKkan para karyawannya,” tambahnya, Sabtu (31/10) saat ditemui dirumahnya.
Yoyon juga berharap agar Pemerintah Indonesia tidak mengambil keputusan yang gegabah, karena jika memang pemerintah menaikan UMK maka calon orang miskin pun terancam naik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar