terlihat Tasripun tertiduran yang di temani warganya yang setia dan terliha ada dua anggota danramil kec Arjawinangun yang ikut menjaganya. (Foto: Dea)
Aksi Enam Hari Mogok Makan, Kondisi Mantan Kuwu Semakin Memprihatinkan
CIREBON, FOKUSJabar.com: Masih ingat dengan mantan kuwu Desa Geyongan kecamatan Arjawinangun bernama Tasripun? Seorang laki-laki paruh baya yang melakukan aksi mogok makan itu kini kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Laki-laki yang sejak Senin (26/10/2015) lalu menolak makan itu kini nampak pucat pasih dan tubuhnya yang sedikit kurang berisi, rupanya sudah tergolek lemah ditengah-tengah hamparan sawah.
Padahal, sejumlah keluarga dan kerabat dekat sudah mencoba membujuknya agar aksi nekatnya itu tidak terjadi. Namun sayangnya, Pak Tasripun tak mengindahkan bujukan itu dan tetap menjalankan aksi demi meluluhkan hatinya yang kecewa dengan sikap dan tindakan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.
Tasrifun Mantan Kuwu di Desa Geongan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon Yang Melakukan Aksi Mogok Makan Sebagai Protes Terhadap Sikap Bupati Cirebon. (Foto: Dea)
Salah seorang warga yang selalu menemaninya, Ramija mengatakan, sejak Jumat (30/10/2015) Tasripun tidak banyak melakukan pergerakan seperti hari-hari sebelumnya. Dia hanya bisa bangun dari tidur kemudian kembali tidur.
Bahkan dikatakan Ramija, sehari ini Tasripun hanya tertidur tidak seperti biasanya yang bercanda dengan obrolan-obrolannya bersama temannya.
“Beliau sudah sedikit berbeda, tidak pernah ada lagi obrolan yang keluar dari bibirnya, dia hanya bisa melakukan aktivitas tidur saja,” tuturnya.
Ramija juga sangat menyayangkan sikap para pejabat di wilayah Kabupaten Cirebon yang hingga saat ini belum menemui Tasripun. Perangkat desa setempat pun rasanya tidak mempedulikan tindakan dari salah satu warganya tersebut.
“Hingga hari ini belum ada yang datang menjenguknya,” ungkapnya.
Padahal, Tasripun murni hanya ingin menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat kabupaten Cirebon yang saat ini dilanda kekeringan, namun hal itu tidak pernah digubris oleh Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.
Tak hanya itu, meski hingga kini tidak ada satu pun pejabat di kabupaten Cirebon yang memperhatikan dirinya, ia tetap berjanji menolak makan hingga Bupati Cirebon mau menemuinya dan mau duduk bersama dengan mendengarkan keluh kesahnya.
Lantas, apakah para penjabat pemerintahan kabupaten Cirebon masih akan tetap diam dengan melihat kondisi Tasripun yang sudah tergeletak lemas akibat kurangnya asupan makan dan minuman?
Semoga kesadaran pemerintahan kabupaten Cirebon tidak terlambat untuk mendengarkan keluhan dari laki-laki paruh baya mantan kuwu tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar