Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Cirebon mati karena cuaca ekstrim. Panji
Kemarau Panjang, 60 Persen Upaya Pembenihan Ikan Gagal
CIREBON, FOKUSJabar.com: Akibat kemarau panjang, sedikitnya 60 persen pembenihan ikan tawar gagal dilakukan oleh Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Cirebon.
Kepala UPTD BPBIAT, Dr Dedi Supriadi APi MM mengaku, perkembangan benih ikan tahun ini tidak maksimal akibat cuaca ekstrim. Pasokan air untuk 28 kolam pun terbatas. Bahkan, kondisi ini terjadi hampir semua budidaya ikan baik di kota maupun di Kabupaten.
“Faktor alam ini tidak bisa ditentang. Benih ikan yang masih kecil tidak kuat dengan musim panas berkepanjangan. Pembenihan ikan disini ada dua jenis, yakni, ikan nila dan lele,” ujar Dedi, didampingi Kasi Perikanan Ir Heru Herwanto MM, Senin (2/11/2015).
Dedi mengungkapkan, kematian ikan terbanyak terjadi pada pembenihan Lele. Sementara untuk jenis ikan nila, dari 15 ribu benih hampir hanya setengah yang bertahan hidup.
Kendati demikian, lanjutnya, BPBIAT tidak mengalami kerugian. Disebutkan, PAD tahun 2015 Rp15 juta hasil dari penjualan benih ikan, pada bulan Oktober sudah mencapai Rp13,850 juta. “Artinya, mengalami peningkatan dari PAD tahun kemarin dari target Rp11 juta. Tapi, realiasasinya hingga Rp12 juta,” sebutnya.
Ditambahkannya, dari 28 kolam itu mayoritas di isi ikan nila untuk budidaya ikan yang terbagi menjadi empat tahap yakni, untuk indukkan, larva pendederan (pembesaran ikan, red) untuk tiga tahap pembesaran, kolam satu, kolam dua dan kolam tiga.
“Meski cuaca ekstrim banyak membuat benih ikan mati. Tapi, tidak berdampak pada indukan ikan,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar