Rabu, 15 Juli 2015

Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Peningkatan Kegiatan Masyarakat Bisa Picu Distribusi Dan Transaksi Narkoba

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Bidang Brantas BNNP Jawa Barat Kompol Yusdanial menilai, adanya peningkatan kegiatan masyarakat sangat berpotensi pada terjadinya transaksi narkoba.
Karena itu, menurutnya, kondisi saat ini yang bertepatan dengan momen lebaran, tak dipungkiri sangat rentan terjadi pendistribusian dan transaksi narkoba. Baik itu dari jalur darat, laut dan udara.
Pasalnya, pada momen ini, semua individu mengutamakan menjalani kegiatan mudik. Dia mencontohkan, banyak kasus pendistribusian narkoba yang terjadi pada arus mudik dan arus balik.
Salah satunya, adanya personel TNI yang berhasil menggagalkan pendistribusian ganja seberat 1,5 ton asal Aceh dari sebuah perusahaan ekspedisi di Jalan Swadaya Kelurahan Lalang Medan Sunggal menuju Solo Jawa tengah pada Sabtu (11/7/2015) lalu.
“Itu merupakan bukti upaya bandar narkoba memanfaatkan arus mudik untuk mendistribusikan narkoba,” ujar Yusdanial, Selasa (14/7/2015).
Langkah terdekatnya, dia menerangkan, jika masyarakat menemukan ada gerak gerik individu atau kelompok yang mencurigakan terkait aktivitas narkoba, diimbau menghubungi petugas terdekat atau SMS Center BNN Pusat ke 081221675675. Sedangkan BNNP Jabar membuka saluran pengaduan di nomor 081223611167.
“Kami terus berusaha meningkatkan interdiksi,” katanya.
Dia menambahkan, sejauh ini BNNP Jabar sendiri mempetakan jalur-jalur yang rawan digunakan pengedar narkoba untuk masuk wilayah Jabar. Beberapa jalur yang rawan yakni jalur di pantai selatan yang meliputi wilayah Sukabumi, Cianjur, Garut, dan Tasikmalaya.
Saat melakukan pendistribusian, bandar narkoba kerap menggunakan jalur berbeda dengan modus yang beragam. BNNP Jabar pun terus berupaya mencegah dan bisa menyeimbangi modus baru yang digunakan oleh pelaku kejahatan narkotika.
“Kita antisipasi, kita petakan dan identifikasi masalah. Dari situlah kita bisa menentukan cara bertindak,” tukasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar