Minggu, 26 Juli 2015

Tatang Sumirat,Ketua Fraksi Gerindra (FokusJabar/Deni Rinjani)
Tatang Sumirat,Ketua Fraksi Gerindra (FokusJabar/Deni Rinjani)

Apa! Bantuan RKB SD Di Garut “Disunat” Disdik?

GARUT,FOKUSJabar.com: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Garut Tatang Sumirat murka.
Hal itu menyusul adanya dugaan pemotongan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) sebesar 20 persen oleh pegawai Disdik.
Anggota Komisi D DPRD Garut itu berang karena bantuan dari APBN itu diperuntukan untuk sarana pendidikan (sekolah).
“Ini keterlaluan. Kalau ini terbukti, saya akan investigasi ke lapangan dan segera memanggil pihak Disdik,” tegas Tatang, Minggu (26/7/2015).
Tatang mengaku mendapatkan informasi tersebut dari berbagai pihak, seperti sekolah yang merasa dirugikan.
Untuk diketahui, ada sekitar 13 Sekolah Dasar (SD) di Garut yang mendapat bantuan. Nilai bantuan RKB dari APBN sebesar Rp129 juta per ruangan, masing-masing sekolah mendapat jatah dua ruangan atau Rp258 juta.
“Kalau ‘disunat’ 20 persen, berapa ratus juta kerugian negara,” kata Tatang.
Menurut dia, jika hal itu benar terjadi, maka imbasnya ke kepala sekolah, terlebih kualitas bangunan nantinya kurang baik.
“Kami akan terus mengawasi bantuan dari APBN ini. Apalagi bantuan ini tidak pernah terekspose. Pihak Disdik pun tidak kooperatif memberikan data bantuan dari APBN,” tuturnya.
Berikut di antara SD penerima bantuan RKB dari APBN:
1. SDN Simpen 6 Limbangan,
2. SDN Kertajaya 3 Cibatu,
3. SDN Margamulya 3 Cikajang,
4. SDN Barusuda 1 Cigedug,
5. SDN Sindanggalih 5 Karangpawitan,
6. SDN 5 Leuwigoong,
7. SDN Tanjung Jaya 2 Pakenjeng,
8. SDN Neglasari 3 Pakenjeng,
9. SDN Jatiwangi 5 Pakenjeng,
10. SDN Mekarsari 1 Selaawi,
11. SDN Sukalilah 2 Sukaresmi dan
12. SDN Sirnajaya 1 Tarogong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar