Rabu, 29 Juli 2015

Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)

Warga Di Jalan Ampera Ciamis, Contoh Kerukunan Antar Agama

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Jalan Ampera Kabupaten Ciamis adalah daerah yang dihuni oleh masyarakat pemeluk tiga agama berbeda. Konghucu, Katolik dan Islam dengan tiga tempat peribadatan Gereja, Kelenteng, dan Masjid yang saling berdampingan namun tetap dipenuhi dengan kesahajaan.
Sejak puluhan tahun, kehidupan masyarakat di daerah tersebut mencerminkan sebuah kerukunan dan kesahajaan meskipun dalam sebuah perbedaan keyakinan.
Salah satu warga Ampera Mutia Ulva Veranita mengatakan, sejak terlahir kedunia, orang tuanya mengajarkan toleransi terhadap sebuah perbedaan, meskipun dirinya memeluk agama islam, namun perbedaan keyakinan dilingkunganya tidak menjadikan sebuah kendala dalam menjalin sebuah hubungan sosial dengen pemeluk agama lainya seperti Konghucu dan Katolik.
” Sejak saya lahir, saya beragama islam, dan saya bermain dengan teman-teman pemeluk agama lain seperti biasa tampa saling membeda-bedakan atau bahkan saling singgung terkait keyakinan masing-masing, kita semua saling menghargai, saling mendukung dengan penuh kesahajaan,” ungkap Mutia, Rabu (29/7/2015).
Mutia mengaku, terkait persitiwa Tolikara Papua, dirinya merasa kaget dan prihatin dengan kejadian tersebut, karna menurutnya semua agama yang diakui di Indonesia mengajarkan sebuah kebaikan, dan menghargai sesama dengan penuh kasih sayang.
” Saya kaget dan merasa prihatin yang sedalam-dalamnya, semoga semua bisa diselesaikan dengan baik, sesua dengan ajaran semua agama, saling memberikan kasih sayang kepada sesama di antara perbedaan yang ada,” ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar