Ronggeng Gunung (web)
Seni Ronggeng Gunung Terus Dipelihara Ciamis
CIAMIS, FOKUSjabar.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis akan terus mempertahankan dan mengembangkan seni Ronggeng Gunung, meskipun Kabupaten Pangangandaran menyatakan seni Ronggeng Gunung adalah kesenian Pangandaran.
Hal tersebut karena maestro Ronggeng Gunung serta sanggar Ronggeng Gunung berada di Kecamatan Banjasari Kabupaten Ciamis, serta diakui oleh pemrintah provinsi serta pemerintah pusat.
Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ciamis Dedi Koesmana saat ditemui di ruangannya menjelaskan, seharusnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran senang karena hingga saat ini Ciamis terus mengembangkan seni Ronggeng Gunung ini.
“Berkembang itu kan ketika ada perkembangan di daerah lain bukan hanya di daerahnya sendiri, sekarang Ronggeng Gunung berkembang hingga bisa ke luar negri itu ketika dikembangkan di Ciamis,” ujar dia.
Lanjut Dedi, memang jika dilihat dari sejarah keberedaan Ronggeng Gunung itu ada di Pangandaran. Tidak bisa dipungkiri ada pewaris Ronggeng Gunung di Pangandaran yaitu Bi Pejoh. Tetapi, yang mengenalkan Ronggeng Gunung hingga keluar negri adalah Bi Raspi yang ada di Kecamatan Banjasari Kabupaten Ciamis.
“Perlu diingat juga jika Pangandaran itu adalah pecahan dari Kabupaten Ciamis dan kita yang paling dulu daftarkan Ronggeng Gunung ke pelestarian seni dan budaya berikut juga ke HAKI,” ujar Dedi.
Saat ini solusinya jika Pangndaran harus kembangankan Ronggeng Gunung di sana dengan maestro Ronggeng Gunung yang ada, jangan masalahkan Ronggeng Gunung diakui oleh Kabupaten Ciamis, karena harus disadari Pangandaran itu awalnya berada di Kabupaten Ciamis.
“Jika mau kita kembangkan sama Ronggeng Gunung Pangandaran dengan Bi Pejo nya dan Ciamis dengan Bi Raspi nya,” ucap dia.
Dedi berharap, Ronggeng Gunung ini bisa menjadi kembanggaan dua daerah kabupaten karena Ciamis dan Pangandaran itu tidak bisa dilepaskan karena akan terus berhubungan.
“Kami juga akan mengenalkan terus Ronggeng ke masyarakat luas hingga anak-anak di sekolah,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar