Senin, 21 September 2015

Kepala OJK Cirebon Muhammad Lutfi. (Foto:Panji)
Kepala OJK Cirebon Muhammad Lutfi. (Foto:Panji)

OJK Cium Gelagat Investasi Tak Berizin

CIREBON, FOKUSJabar.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencium gelagat aktivitas lembaga investasi tak berizin yang akan merugikan masyarakat.
Ini terindikasi dari tidak adanya surat izin resmi yang dikeluarkan oleh OJK. Selain itu, lembaga keuangan tersebut menjanjikan return besar dibandingkan lembaga keuangan lainnya.
“Investasinya dalam bentuk uang atau emas. Lembaga tersebut menjanjikan return di atas 5 persen itu kan tidak logis,” sebut Kepala OJK Cirebon, Muhammad Lutfi dalam konferensi persnya kepada wartawan, Selasa (8/9/2015).
Idealnya, lanjut M Lutfi, lembaga investasi yang tak berizin diawasi secara ketat oleh OJK. Namun, lanjut M Lutfi, aktivitas tersebut semakin tinggi dalam menghimpun keuangan dan investasi di masyarakat.
Ia mengaku, aktivitas lembaga investasi yang diduga bodong tersebut tengah dalam pengawasan OJK. Pihaknya juga sudah melapor ke OJK pusat untuk menurunkan tim waspada investasi.
“Kami sudah melapor ke pusat dan tim waspada investasi sudah diturunkan ke sini,” katanya.
Sementara itu, dalam misi literasi mengenai jasa keuangan, OJK terus meningkatkan sosialisasi perannya dalam mengawasi lembaga dan jasa keuangan. Menurutnya, sosialisasi tersebut guna mencegah kecenderungan masyarakat yang belum paham 100 persen tentang investasi.
“Jangan sampai kecenderungan masyarakat tertipu dalam berinvestasi. Ini kan sangat merugikan sekali,” tegasnya.

2 komentar:

  1. Pak OJK, sebaiknya ikut investasi yang return nya 5 persen itu. Supaya bisa masuk dan mengamati lebih detail.

    BalasHapus
  2. Pak OJK, sebaiknya ikut investasi yang return nya 5 persen itu. Supaya bisa masuk dan mengamati lebih detail.

    BalasHapus