Rabu, 02 Desember 2015

jalan berlubang, foto : net
jalan berlubang, foto : net

Pemerintah Cuek, Warga Palimanan Inisiatif Tambal Jalan Sendiri

CIREBON, FOKUSJabar.com : Kesal karena lama tak diperbaiki, warga Palimanan berinisiatif menambal lubang di Jalan Kramat-Dukuhpuntang dengan cara patungan dan meminta sumbangan dari kendaraan yang lewat.
Carmin salah seorang warga desa Kepuh kecamatan Palimanan, mengatakan warga sangat kesal dengan kondisi Jalan Kramat-Dukuhpuntah rusak,  katanya sedang dalam perbaikan namun hingga kini tak juga sampai ke wilayahnya.
“Perbaikan pertama di ujung Dukuhpuntang-nya sih pertama benar, tapi dari tahap kedua dari Kramat sampai sini (Kepuh,red) enggak ada kejelasannya,” ucapnya, Selasa (1/11/2015).
Melihat kondisi jalanan seperti ini, pihaknya mengaku kasihan karena banyak kendaraan bermotor jatuh akibat jalan berlubang besar.  Warga pun berinisiatif menambalnya dengan batu yang diperoleh dengan meminta ke perusahaan yang mengelola batu di Bobos.
“Saya bersama warga di sini berinisiatif langsung ke Bobos meminta bantuan batu untuk menambal jalan, dan Alhamdulillah dikasih tapi untuk mobil truknya sewa,” tambahnya.
Biaya penyewaan truk dan juga pekerja untuk menutup jalan berlubang itu dengan batu pihaknya didapatkan dengan patungan dari warga ditambah dengan  hasil sumbangan dari para pengusaha batu dan kendaraan truk yang melewati jalan.
“Banyaknya sih biaya dari patungan warga, sisanya dari pengusaha dan supir truk yang lewat,” Ujarnya.
Kondisi ini, diakui olehnya memang tak bisa selamanya digunakan untuk menutupi jalan yang berlubang, maka dari itu ia berharap kepada pemerintah kabupaten agar betul-betul segera memperbaiki jalan jangan sampai andalkan patungan dari warga ini mengingat warga sendiri sudah banyak kesusahan dalam kondisi perekonomian.
“Cepatlah segera perbaiki jalan ini, jangan andalkan dari kami melalui patungan. Kala uterus-terusan mah kan ga enak juga toh warga juga sudah sulit perekonomian masa harus dibebani lainnya,” Kata dia.
Bupati yang tadi terlihat lewat di jalur ini pun berharap dapat melihat betul dan merasakan meski memang diakui kendaraan yang dinaikinya itu mewah entah merasakan tidak jalan rusak tersebut.
“Bupati kan tadi lewat, pasti melihat lah kondisi jalannya, dan juga merasakan meski pakai mobil mewah. Cepatlah dibenerin, kasian warga banyak yang jatuh, selain perekonomian di sini terhambat,” pungkasnya kesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar