ilustrasi : net
Ini Bukti yang Menganggap Dedi Mulyadi Menodai Agama
BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pelapor tudingan penodaan Agama yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yaitu Ustad Syahid Joban mengaku telah mengantongi bukti kuat.
Yaitu, Syahid memiliki bundelan kertas berupa bahan pelaporan serta bukti berupa buku karya Dedi dan audio video saat Dedi berpidato.
“Bukan saja ulama Purwakarta yang resah, ulama se-Jawa Barat juga resah dengan penodaan agama Islam oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi,” beber Syahid, Selasa (1/12/2015).
Syahid menyebutkan, beberapa poin yang intinya Dedi telah menodai Islam. Diantaranya dalam Buku ‘Kang Dedi Menyapa’ jilid 2. Di halaman 192 : Ketika bicara Pancasila maka kita bicara ketuhanan yang Maha Esa, keragaman bertuhan.
Halaman 203: ‘Nah inilah prinsip yang di luar alam pendidikan. Allah memahami Rasullah sebagai kekasihnya. tetapi perlakukan terhadap Rasullah justru mendidiknya dan membiarkan Rasullah sengsara.
Sedangkan Penodaan agama dalam video diantaranya, Video Safari Ramadhan 2015 part 1, di menit 06.15 – 06.32. Dedi mengatakan ‘pemahaman kita dalam agama selama ini selalu memahami Alah itu dalam aspek yang formal, sholatnya formal, puasanya formal, semuanya hubungan dengan Allah menjadi formal. Padahal hubungan dengan Allah itu hubungan percumbuan’.
Selanjutnya, video Orasi Ilmiah KAHMI Dedi Mulyadi -Pelantikan HMI, di menit 19.00-19.12. Dedi menyatakan ‘Islam itu bagi saya, saya Sunda, saya dengan menjadi Sunda yang sebenarnya maka saya menjadi Islam yang sebenarnya, begitulah menurut saya’
Tidak hanya itu, orasi Ilmiah KAHMI Dedi Mulyadi -Pelantikan HMI di menit 19.15 – 19.33. Dedi mengatakan ‘dan kita punya karakter itu dan itu bisa dibuktikan di dalam sejarah ketika Islam masuk, semuanya menjadi bersenyawa karena orang Indonesia, orang nusantara sebelum Islam dari sisi kelembagaan datang sudah Islam dari sisi substantif sejak lama dan jauh lebih Islam dari orang Arab yang sebelumnya. Di sini saya tegaskan urang Sunda boga hak asup surga pangheulana’.
Baca juga:
Dalam Video Dangiang di menit 04.50-05.00. Dedi mengatakan “supaya urang Indonesia teu cape mangkat ka Mekkah, mun kuring jadi Presiden Rek diinjem eta Kabah dipindahkeun ka Purwakarta.”
dan dalam Video Orasi Ilmiah Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat pada 19 Desember 2014, Dedi menilai “ketika sampah mulai bersatu dengan dirinya, maka di situ sampah menjadi harum. Kenapa? Karena Allah hadir pada sampah-sampah itu’.
Dalam Video Ceramah Sunda Kang Dedi Mulyadi, di menit 02.41-02.52 dia mengatakan ‘Kanjeng Rasulullah SAW ngajarkeun ka-Islam di tanah Mekkah, ngajarkeun naon eta teh? Ngajarkeun saripati ajaran Sunda nu dibawa ka tanah Mekkah’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar