CIAMIS, FOKUSJabar.com: Buah aren ( Caruluk/Sunda ) saat ini keberadaanya sudah sulit didapatkan. Keberadaan pohon aren di sejumlah hutan yang ada di Ciamis hampir langka disebabkan aktivitas penebangan yang tidak teratur.
Dengan sulitnya mendapatkan buah aren tersebut harga kolang-kaling dipasar meningkat tajam dari tahun- tahun sebelumnya.
“Sekarang saya sangat sulit mencari buah aren,” kata Basar ( 58) bandar buah kolang-kaling warga Desa Bojongmalang Kecamtan Cimaragas Kabupaten Ciamis.
Basar mengakui saat ini permintaan akan buah kolang-kaling saat bulan puasa sekarang ini sangat tinggi. Namun pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan pasar tersebut.
“Jangankan untuk permintaan pasar sekalian untuk masyarakat disinipun tidak tercukupi,” jelasnya.
Basar menjelaskan, sulitnya bahan baku kolang- kaling tersebut karena saat ini pohon aren penghasil buah tersebut semakin langka karena habis ditebang.
“Pohon aren hidupnya kan karena proses alami dari biji buah aren yang dimakan Musang yang selanjutnya dikeluarkan oleh musang melalui kotoranya. Sedangkan musangnya juga sekarang mulai hilang karena banyak diburu orang,” ungkapnya.
(Husen Maharaja/DEN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar