Senin, 14 Desember 2015

Ketua KPA Kota Cirebon Sri Maryati. Foto Panji
Ketua KPA Kota Cirebon Sri Maryati. Foto Panji

KPA Sulit Menjangkau Prostitusi High Class

CIREBON, FOKUSJabar.com: Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon mengaku masih kesulitan menjangkau prostitusi di kalangan High Class (Kelas Atas).
Ketua KPA Kota Cirebon Sri Maryati menyampaikan, sulit mendekati Wanita Pekerja Seks (WPS) di kalanganHigh Class karena taraf hidup mereka yang sudah tinggi. Bahkan, kebanyakan dari mereka taraf hidupnya berkecukupan.
“Kami masih kesulitan mendekati karena mereka jauh lebih tersembunyi dan belum terbuka,” sebutnya dalamworkshop penguatan peran dan fungsi Pelabuhan di Cirebon, Senin (14/12/2015).
Dikatakan, keberadaan PSK High Class diakibatkan oleh kebutuhan hidup yang tinggi sebagai dampak pergaulan (lingkungan). Gaya hidup yang modern dan tinggi menjadikan mereka harus mendapatkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya.
KPA menyebutnya WPS Tidak Langsung (WPS TL), dalam kondisi tersebut, tarif PSK High Class sekitar Rp 3,5 juta. Mereka yang menjadi WPS TL sebenarnya memiliki pekerjaan tetap.
“Soal pekerjaannya variatif. Promosinya tidak terbuka sekali bisa lewat online atau sosial media lain. Tidak seperti WPS jalanan,” sebut Sri Maryati.
Kendati demikian, KPA terus berupaya mencari cara dan melakukan pendekatan untuk WPS TL mau melakukan tes VCT dan IMS. “Kami tetap berupaya melakukan pendekatan agar mereka mau di tes HIV,” sebutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar